Lampungupdate.com–Perjalanan hidup Sohari dan istrinya, Badriah, dalam membangun usaha menjadi salah satu kisah inspiratif bagi pelaku usaha mikro yang mampu berkembang secara bertahap. Berkat ketekunan serta dukungan akses permodalan dari perbankan, pasangan suami istri asal Desa Talang Mulya ini berhasil membawa usahanya naik kelas.
Sebelum memiliki toko sendiri, Sohari mengawali perjuangannya dengan berjualan sekaligus membeli hasil bumi secara keliling dari rumah ke rumah. Selama kurang lebih delapan tahun, ia melakoni usaha tersebut dengan tekun demi menyambung hidup dan mengumpulkan modal.
Berbekal semangat untuk terus maju, Sohari bersama Badriah akhirnya memberanikan diri membuka toko sembako sendiri di rumah. Tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat, mereka juga mulai aktif menampung dan melakukan transaksi jual beli hasil bumi dari warga sekitar.
Dalam mengarungi dinamika bisnis, tantangan permodalan sempat menjadi hambatan. Namun, kehadiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Unit Kota Karang memberikan solusi nyata dengan menyediakan kemudahan akses tambahan modal usaha secara bertahap.
Sohari tercatat pertama kali memperoleh fasilitas pinjaman modal sebesar Rp50 juta. Seiring dengan volume usaha yang terus meningkat dan kebutuhan stok barang yang semakin besar, plafon pembiayaannya berturut-turut naik menjadi Rp80 juta, hingga pada pinjaman ketiga berhasil mencapai Rp100 juta. Seluruh tambahan modal tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat persediaan toko sembako serta memperbesar kapasitas penampungan hasil bumi.
“BRI sangat berjasa dalam kelangsungan usaha saya. Awalnya saya hanya berjualan hasil bumi keliling dari rumah ke rumah. Setelah mendapat dukungan modal dari BRI, saya bisa membuka toko sendiri dan mengembangkan usaha sampai sekarang menjadi toko grosir sekaligus pengepul hasil bumi,” ungkap Sohari penuh syukur.
Selain membantu dari segi permodalan, Sohari menilai bahwa pelayanan yang diberikan oleh BRI sangat memuaskan, terutama karena proses pencairan yang cepat serta persyaratan administrasi yang mudah dipenuhi oleh para pelaku usaha kecil.
“Dari pinjaman yang awalnya kecil, kemudian bertahap sampai sekarang. Prosesnya cepat dan persyaratannya juga tidak ribet. Ini sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha,” tambahnya.
Kini, warung yang dulunya dirintis secara sederhana telah bertransformasi menjadi toko grosir sekaligus pusat penampungan hasil bumi yang besar. Usaha ini tidak hanya mendatangkan kesejahteraan bagi keluarga Sohari, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat sekitar yang kini memiliki tempat andalan untuk memasarkan hasil bumi mereka.
Pemimpin Cabang BRI Kanca Telukbetung, Hutama Wiranegara Gunawan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha mikro melalui ketersediaan produk pembiayaan yang fleksibel dan sesuai dengan siklus pertumbuhan bisnis nasabah.
“BRI akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui akses layanan dan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Kami berharap semakin banyak pelaku usaha seperti Sohari dan Badriah yang dapat mengembangkan bisnisnya, meningkatkan skala usaha, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Hutama.
Kisah sukses Sohari dan Badriah membuktikan bahwa usaha yang dirintis dari skala kecil dapat berkembang pesat apabila dijalankan dengan konsistensi, keberanian mengambil peluang, serta ditopang oleh ekosistem permodalan yang tepat. Dari pinjaman awal Rp50 juta hingga mencapai Rp100 juta, perjalanan ini menjadi potret nyata keberhasilan UMKM Indonesia yang terus tumbuh dan naik kelas.(wa-one/red)

















