Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBumnPerkebunanPtpn

Perkuat Transformasi Bisnis, PTPN I Dorong Hilirisasi Kopi, Teh, Cerutu, hingga Cokelat

19
×

Perkuat Transformasi Bisnis, PTPN I Dorong Hilirisasi Kopi, Teh, Cerutu, hingga Cokelat

Share this article
Example 468x60

Lampungupdate.com – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) memperkuat transformasi bisnisnya melalui strategi hilirisasi komoditas perkebunan menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Langkah ini diwujudkan dengan mengembangkan portofolio produk teh, kopi, tembakau (cerutu), dan kakao (cokelat), sekaligus memperluas pemanfaatan hasil pengolahan tebu untuk mendukung sektor industri dan energi.

Example 300x600

PTPN I kini menaungi dan mengembangkan sejumlah merek unggulan, antara lain Teh Walini, Goalpara, Rolas, dan Gunung Dempo. Di sektor kopi, terdapat merek Kopi Banaran, Rollas, dan Jampit.

Sementara untuk komoditas tembakau, dikembangkan produk cerutu premium dengan merek Golden Djawa dan Deli. Selain itu, perusahaan juga mengolah kakao menjadi produk cokelat dan memproduksi bioetanol berbasis molase (tetes tebu).

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengoptimalkan potensi komoditas, memperkuat daya saing, dan meningkatkan nilai ekonomi dari hulu hingga hilir.

“Hilirisasi bukan sekadar mengolah bahan baku menjadi produk jadi, melainkan membangun rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari produksi di kebun, pengolahan, pengembangan merek, hingga pemasaran. Dengan demikian, potensi komoditas perkebunan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan dan masyarakat,” ujar Aris.

Dalam implementasinya, pada komoditas kopi, PTPN I Regional 3 di Semarang terus melakukan inovasi, termasuk pada Kopi Banaran dengan variasi kemasan *sachet* untuk menjangkau pasar konsumen yang lebih luas.

Pada komoditas teh, kekuatan portofolio dipertegas melalui empat merek utama. Di sektor tembakau, fokus diarahkan pada produk cerutu premium, sedangkan kakao diolah menjadi produk cokelat untuk penetrasi ke industri makanan.

Di sektor energi, PTPN I melakukan diversifikasi hasil pengolahan tebu dengan mengembangkan bioetanol berbasis molase. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang peningkatan nilai tambah, tetapi juga mendukung agenda nasional dalam pengembangan energi terbarukan.

Aris menambahkan, pengembangan hilirisasi ini dilakukan dengan pertimbangan matang terhadap ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, inovasi produk, serta potensi pasar.

“Ke depan, kami terus mendorong inovasi produk, optimalisasi aset, penguatan kapasitas pengolahan, dan perluasan pasar. Orientasinya adalah membangun bisnis hilir yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan perusahaan,” kata Aris.

Melalui penguatan hilirisasi ini, PTPN I berkomitmen mengubah paradigma dari sekadar produsen bahan baku menjadi pengembang produk bernilai tambah. Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing perusahaan, memperluas aktivitas ekonomi, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.(wa-one/red)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *