BANDAR LAMPUNG, — Peristiwa kebakaran hebat yang terjadi pada Rabu dini hari, 30 April 2025, mengagetkan warga di sekitar Jalan Tunggul Ametung, Kedaton, Bandar Lampung. Api berkobar sekitar pukul 02.21 WIB di sebuah rumah permanen yang berlokasi tak jauh dari Mal Boemi Kedaton (MBK), tepatnya di seberang Puskesmas Kedaton.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, menyatakan pihaknya menerima laporan dari warga hanya beberapa menit setelah api mulai terlihat membesar.
“Tim langsung kami kerahkan dari Posko Induk dan Posko Rajabasa. Pemadaman selesai sekitar pukul 04.03 WIB,” ujar Anthony saat dikonfirmasi, Rabu pagi.
Dalam peristiwa tersebut, satu unit rumah dengan luas sekitar 8×12 meter ludes terbakar. Satu unit sepeda motor yang terparkir di dalam rumah juga hangus dilalap api. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Amin (50), pemilik rumah, menduga sumber api berasal dari konsleting listrik di bagian tengah rumah. “Tiba-tiba listrik padam, lalu muncul api dari tengah rumah. Api cepat menyebar,” kata Amin yang tampak masih shock.
Meski penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan, Damkarmat Kota Bandar Lampung kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara rutin, terutama pada rumah-rumah dengan jaringan lama.
Anthony menegaskan bahwa kecepatan tim di lapangan tak lepas dari sistem pelaporan cepat warga dan kesiapsiagaan personel Damkarmat. “Kami menyiagakan petugas 24 jam di sejumlah pos strategis. Setiap detik sangat berarti dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung sendiri telah memperkuat layanan respons cepat melalui sinergi dengan RT/RW dan grup tanggap bencana kelurahan, guna mempercepat deteksi awal kebakaran di permukiman padat.
Kebakaran ini menjadi pengingat pahit bagi warga kota tentang pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi bencana rumah tangga. Pemerintah Kota Bandar Lampung pun diharapkan dapat memperkuat kampanye edukasi publik soal keselamatan kebakaran terutama pada musim pancaroba yang kerap memicu korsleting akibat kelembaban tinggi.
(red)



















